Virus Corona Memiliki Daya Tahan Yang Sangat Kuat ( hasil pantauan dari team pangeranjawa)

by -285 views

 

WASHINGTON, AS (Waspada): Dari hasil penelitian dan pantauan dari Pangerantoto4 serta dilakukan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) Amerika Serikat, virus corona disebut memiliki daya tahan yang sangat kuat.

NIAID, yang merupakan bagian dari Institut Kesehatan Nasional AS, menyebut virus corona mampu bertahan berjam-jam di udara setelah dilepaskan penderita melalui bersin atau batuk.

Tak hanya itu, dalam penelitian yang dipublikasikan secara online di New England Journal of Medicine, Selasa (17/3/2020), itu juga disebutkan, jika menempel di permukaan, virus Covid-19 bisa bertahan hingga berhari-hari.

Para ilmuwan mengambil sampel virus dari orang yang terinfeksi. Mereka menggunakan alat untuk mengeluarkan aerosol yang bisa menggandakan tetesan mikroskopis dalam bersin atau batuk. Para ilmuwan menyelidiki berapa lama usia SARS-CoV-2 untuk bisa menular ke orang lain.

Hasil tes menunjukkan, virus dalam tetesan yang dikeluarkan oleh seorang yang bersin atau batuk ke udara, masih dapat menginfeksi manusia setidaknya selama 3 jam. Sementara pada permukaan plastik dan stainless steel, virus masih bisa terdeteksi setelah 3 hari. Namun untuk permukaan kertas, virus tidak dapat hidup lebih dari 24 jam. Di permukaan tembaga, virus tak akan bertahan lebih dari 4 jam.

Tim peneliti juga menemukan fakta bahwa setengah partikel virus (waktu paruh) akan kehilangan fungsinya dalam 66 menit selama mereka berada di tetesan aerosol.

Ini berarti, setelah 1 jam 6 menit, 75 persen partikel virus tidak aktif lagi. Meski demikian, masih ada 25 persen dari virus yang aktif dan bisa menginfeksi. Pada akhir jam ke-3, kemampuan virus akan menurun menjadi 12,5 persen.

Sementara itu pada stainless steel, setengah fungsi virus tidak aktif lagi setelah 5 jam 38 menit dan pada plastik waktu paruhnya adalah 6 jam 49 menit. Di atas kertas, waktu paruh sekitar 3,5 jam, namun para peneliti mengatakan banyak variabel mengenai hasil penelitian pada kertas.

“Kami menyarankan agar tetap berhati-hati (menafsirkan angka pasti itu),” bunyi pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (18/3/2020). Waktu bertahan hidup paling pendek bagi virus korona adalah pada permukaan tembaga, di mana setengah kemampuan virus akan mati dalam waktu 46 menit.

 

Berita langsung dari waspada.id

Penulis : suhu besar AL 
Editor   : tukang kebun depan balai kota